Lumbungnews.com, Batam – Hari Ulang Tahun Republik Indonesia adalah hari yang menggembirakan bagi seluruh rakyat Indonesia, Hal yang sama juga di rasakan oleh warga binaan walaupun mereka terkurung di ruang lingkup yg terbatas. Karena setiap perayaan HUAT RI, warga binaan mendapat pengurangan masa hukuman (Remisi).
Suasana haru sekaligus penuh semangat kebangsaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra hadir langsung menyerahkan remisi umum dan remisi dasawarsa kepada warga binaan serta anak didik pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Batam, Minggu Siang (17/8/2025).
Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi, Menyambut dengan bahagia kedatangan Wali Kota dan Wakil Walikota bersama dengan Forkopinda Kota Batam.
“Izinkan kami melaporkan Warga Binaan Se-Kepri yang mendapatkan Remisi, Total usulan remisi umum yang di ajukan sebanyak 3.028 orang dan remisi Dasawarsa sebanyak 3.194 orang, dan khusus kota Batam total keseluruhan remisi umum yang di usulkan 1.296 orang dan remisi Dasawarsa sebanyak 1.403 orang, serta pengurangan masa pidana umum sebanyak 24 orang, dan pengurangan masa pidana Dasawarsa sebanyak 23 orang. SK remisi yang sudah terbit , SK remisi umum sebanyak 1.275 orang dan SK remisi dasawarsa sebanyak 1.436 orang. Ujar Yugo
Dalam sambutannya, WaliKota Amsakar menegaskan, remisi harus dimaknai sebagai momentum evaluasi diri.
“Gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki diri. Jangan sampai kembali ke lapas. Manfaatkan pembinaan agar saat kembali ke masyarakat bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
“Alhamdulillah, kami siap menjadi Bapak Asuh dan Ibu Asuh. Tinggal dimatangkan seperti apa program yang bisa Pemko hadirkan untuk membantu saudara-saudara di sini,” kata Amsakar yang disambut dengan tepuk tangan seluruh yang hadir di Aula Lapas.
Dalam kesempatan itu, Amsakar membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H yang menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa warga binaan harus mengikuti setiap program yang ada dengan sungguh-sungguh, sehingga ketika kembali ke masyarakat nanti mereka benar-benar siap dan memiliki bekal yang bermanfaat.
Selain itu, lapas juga didorong untuk ikut berkontribusi pada ketahanan pangan nasional melalui kegiatan-kegiatan produktif. Dan yang tak kalah penting, warga binaan diingatkan agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang membuat mereka harus kembali ke balik jeruji.
Pemberian remisi kali ini dirangkaikan dengan peringatan Asta Dasawarsa atau 80 tahun Kemerdekaan RI. Selain remisi umum dan remisi bagi anak binaan, juga diberikan remisi khusus sepuluh tahunan.
Redaksi
