Lumbungnews.com, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menghadiri Perayaan Paskah Oikumene Tingkat Kota Batam 2026 di Dataran Engku Putri, Selasa (5/5/2026).
Ribuan umat Kristiani memadati lokasi acara. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terasa kuat, mencerminkan harmoni masyarakat Batam yang beragam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar dan Li Claudia turut menyampaikan ucapan kepada seluruh umat Kristiani.
“Selamat merayakan Paskah tingkat Kota Batam tahun 2026,” ucapnya, disambut hangat para jemaat.
Momentum ini dimanfaatkan Amsakar untuk menegaskan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kekuatan iman menjadi fondasi dalam menjaga arah pembangunan kota.
“Kalau nilai keimanan kita kuat, insyaallah Batam akan menjadi daerah yang baik dan diberkahi,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung keberagaman yang menjadi kekuatan utama Batam. Heterogenitas, pluralitas, dan multikulturalisme, kata dia, bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai energi bersama.
“Ayo kita jaga kebersamaan. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sesuatu yang memecah,” tegasnya.
Amsakar mengibaratkan kondisi tersebut seperti sebuah orkestra. Perbedaan peran justru melahirkan harmoni ketika diarahkan pada tujuan yang sama.
“Seperti orkestra, ada yang memainkan berbagai alat musik, namun mampu menghasilkan nada yang indah dan membahagiakan,” katanya.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan serta menghindari sekat-sekat identitas yang berpotensi menimbulkan jarak di tengah masyarakat.
Di sisi lain, ia menilai toleransi di Batam telah tumbuh kuat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dari semaraknya berbagai perayaan keagamaan—mulai dari Idulfitri, Imlek, Dharma Santi Nyepi hingga Paskah—yang berlangsung harmonis.
“Ini menunjukkan bahwa visi Bandar Dunia Madani bukan sekadar konsep, tetapi hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di balik suasana perayaan yang hangat, Amsakar juga mengingatkan tantangan nyata yang dihadapi Batam, terutama tingginya arus migrasi penduduk.
Dalam satu tahun terakhir, jumlah penduduk Batam bertambah lebih dari 17 ribu jiwa berdasarkan data administrasi kependudukan (Adminduk). Angka ini menempatkan Batam sebagai salah satu dari lima daerah dengan arus migrasi tertinggi di Indonesia, bersama Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.
Lonjakan tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan dasar, seperti air bersih, listrik, ketersediaan hunian, hingga potensi persoalan sosial.
“Kalau tidak kita kelola bersama, ini bisa menjadi tantangan serius ke depan,” ujarnya.
Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa kinerja pembangunan Batam tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Realisasi investasi bahkan melampaui target, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun atau tumbuh sekitar 115,5 persen. Pada triwulan pertama tahun ini, investasi juga melonjak dari sekitar Rp7 triliun menjadi Rp18 triliun, atau naik lebih dari 100 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi sosial, angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, meski pengangguran masih berada di kisaran 7 persen akibat tingginya arus pendatang.
“Ini penting kami sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Bahwa di tengah tantangan, Batam terus bergerak maju,” kata Amsakar.
Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Paskah sebagai momen memperkuat empati, merawat persatuan, dan mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan Batam.
“Teruslah menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian. Jadilah anak negeri yang memberi arti bagi daerah yang kita cintai,” pungkasnya. (*)







